Rabu, 03 April 2013

Cerpen "berartinya pendidikan untuk kehidupan kita"


DIA MAU SEKOLAH SEPERTI KAMI
                Mentari esok mulai muncul dari arah barat , dengan warna indah yang membangun semangat pagi , degan semilir udara sejuk yang membuat mata ini mencoba untuk memejamkan dan terbang ke alam mimpi . tapi ku tak kuasa menahan  sinar matahari yang terus terbayang baying di wjahku . yasudahlah .. aku menyerah dan bangun untk menyambut hari ini denga awal yang baik , dngan cahaya matahari yang sudah mulai terlihat di langit .
                Aku harus bersiap siap untuk  mandi karena hari ini adalah hari senin . dan seperti biasa , hari ini aku harus berangkat lebih pagi , karena akan mengikuti upacara tiap hari senin di sekolah !
“hhuuuaah ….” Teriakku sambil menguap karna masih merasa ngantuk .
                Dan seperti biasa sebelum berangkat sekolah ibuku yang super cerewet selalu menyuruhku sarapan , tapi saat ini nafsuku untuk sarapan sedang sembunyi , sehingga memeksaku berangakat dengan perut kosong .
“bu.. berangkat yah ? assalamualaikum ..” sambil cium tangan ayah dan ibu ..
“kamu belum sarapan yah ? nanti kan upacara ? kalau pingsan bagaiman ?” ujar ibu .
Aku pun tak peduli dengan kata kata itu dan berangkat di antar kakakku . sampai di depan gerbang sekolah aku berlari menuju kelas yang kukira teman temanku sudah datang . ternyata hanya ada beberapa saja yang datang . tak lama aku berdiri dan menunggu teman di depan kelas , teman yang ku tunggu akhirnya datang juga . dari jauh dia melambaikan tangan dan kemudian berlari menuju ke arahku berdiri .
“kiii …. kiii …” teriak sari sambil berlari .
Yah .. namaku kiki , lengkapnya adinda risky rahayu . dan temanku ini namanya puspita sari . kami brteman mulai SD kelaz 2 sampai sekarang ! mskipun pernah ada konflik antara aku dan sari yang di adu domba oleh teman kami dulu waktu SD , kami juga sempet suka cowok yang sama , bahkan pernah juga aku salah faham karna dia dekat dengan kakak kelaz yang aku suka waktu kelas 1 SMP dulu . dan sekarang itu semua menjadi cerita masa lalu kami .
 “ada apa kamu lari lari gini , kayak di kejar setan aja . hhehe” ujarku sambil memegang pundak sari .
“ada yang amu aku critain sama kamu , tapi di kelas aja yah ? gaenak kalo smbil berdiri gini” sambil menyeretku ke kelas dan duduk di bangku kami.
                Dengan ekspresi kaget saat mentap wajah sari , aku mulai berfikir yang aneh tntang dia . karna terakhir melihat dia nangis saat dia putus sam cowoknya . dalam batinku aku bertanya “kenapa dia ? gak seperti biasanya dia nangis gini” . dan perlahan aku usap air matanya , dan diapun mulai bercerita dengan apa yang dihadapinya saat ini .
“aku mau cerita , tapi kamu jangan biang siapa siapa yah ? terutama sama wawan , karna aku gak mau dia sakit hati dan kefikiran aku terus!” ucap sari sambil terisak isak ..
“lho … sar , kamu kenapa  ? pagi pagi kk sudah nangis gini ..” ujar ika teman sekelasku .
“gak kenapa napa , ka . Cuma kena angin tadi pas naik motor !”
                Ika pun pergi denagn meninggalkan senyum manisnya yang membuatku  dan sari ikut tersenyum . dan sari juga mulai menceritkan masalahnya padaku . dan aku terdiam sejanak saat dia selesai bercerita masalah pribadinya itu . aku terdiam karna aku kasihan dengan sari , yang usianya masih 14 tahun  sudah di jodohkan ! bahkan setelah ujian nanti dia akan menikah yang sangat menyiksa batin dan mentalnya .
“serius kamu mau nikah setelah lulus nanti ? jangan bercanda kamu .” dengan nada lumayan kasar itu aku bertanya ke sari .
“emang dari wajahku kelihatan bercanda apa ? nggak kan , coba bayangin deh kalau kamu ada di posisi aku . kamu pasti ngrasain yang ada di dalam hatiku ini , pasti sakit banget”
                Aku juga bingung mau berkata apa lagi unuk menanggapi  ucapan sari itu , kalau perjodohan yang sangat menyiksa ahti itu terjadi ? sungguh tak sanggup rasanya aku hidup , menahan beban itu . beban untuk menikah usia dini yang seharusnya tidak terjadi dalam kalangan ABG seperti kami . bahkan oleh pemerintah pun tidak di perbolehkan , karna itu melanggar hukum yang berlaku. Setelah beberapa lama aku duduk dan bercerita sam sari , tak lama kemudian teman temanku sudah banyak yang dtang dan menghampiriku yang duduk sambil mengelus rambut sari dan memebri semangat agar dia tidak kacau saat ujian 2 minggu lagi , dan pasti bias lulus untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus memikirkan perjodohan itu . dan tidak lama kemudian , Saat tiga temanku datang langsung dengan tidak sabarnya mereka bertanya , keadaan sari yang pucat dan mata yang terlihat lebam karna dia menagis yang cukup lama . sebenerya aku tidak tega untuk menceritkan kepada mereka , tapi kami berteman tanpa memandang siapa dan bagaimana keadaan kami . dan kami juag sudah berjanji tidak menutup menutupi masalah kami , baik pribadi ataupun yang lain . dengan wajah kaget mereka langsung melirik ke sari .
“astaghfirllah .. sari khan pengen sekolah , knapa harus di jodohkan ?” ujar sita
“mungkin masalah ekonomi yang membuat orang tuanya tega kayak gitu “  dengan semangat vira lagsung menjawab
“tapi kita gak boleh suudzhon dulu , kalau benar kita juga gak bias berbuat apa apa juga kan “ ucapku
                 Untuk hari senin ini dan hari hari selanjutnya semua berjalan seperti hari hari biasanya ,dengan canda tawa kami , sesekali aku dan sahabat sahabtku melewati dengan tangisan bahkan amarahpun juga ikut serta dalam pertemanan kami berenam . dan karna kebersamaan kami dalam lingkup kelas pun tidak terasa sudah, ujian di depan mata , rasa yang ceria kini berubah menjadi rasa tegang yang menghebat dalam hati kami , rasa takut untuk tidak lulus menjadi semakin menjadi jadi . untuk berpisah aku juga tak sanggup . mungkin karna aku terlau berfikir tidak ada yang seperti kalian susah senang bersama  . tapi … yasudahlah di jalani saja jalan takdir yang memisahkan kita , dalam jarak dan waktu yang tak ku leawati bersama kalian nanti , ketika kita lulus dari sekolah menengah pertama ini.
                Hari ujian tinggal kedipan mata saja , seperti hembusan angin yang cepat berlalu . yah .. hari ini , saya dan teman teman seluruh siswa kelas IX mengadakan istighosah dan renungan , agar pada hari senin nanti , kita semua bisa sukses mengerjakan soal soal yang ada di depan kami . setelah pulang sekolah aku , sari , diah , dwi dan ayu berencana pulang sekolah jalan kaki , hitung hitung irit uang saku dan sekaligus refreshing juga ! di sepenjang jalan kami berlima bergurau , seperti tidak ada beban sama sekali , tapi tidak menurut sari . beban itu masih ada bahkan lebih berat bagi seorang pelajar yang masih menginjak bangku sma seperti sari . dia takut tidak lulus saat pengumuman nanti , tapi dia juga masih tidak siap untuk menikah  muda bahkan terlalu muda untuknya . tapi apa yang di perbuat lagi , kalu tidak mengikuti kehendak orang tuanya , dia harus hidup dengan siapa lagi ?
“kalau nanti kamu lulus , kamu enak ya ? masih bisa merasakan bangku sekolah menengah atas , bisa cari teman banyak , jalan jalan kesana kemari , bercanda barenk sama teman baru . sedangkan aku …. Aku hanya bisa merasakan bangku smp saja , setelah itu aku nikah , jadi ibu rumah tangga yang gak bisa seneng seneng seperti kamu” ujar keluh kesah sari di tengah gurauan kami saat perjalanan pulang kami .
Dengan sontak aku , diah , wiji dan thika langsung diam serempak saat mendengar keluh kesah sari tersebut . seakan kami bahagia di atas pnderitaan sari itu , yang memikirkan perjodohan usia dini dan ujian yang menegangkan hari senin yang tinggal dua hari ini.
“sudah sar , jangan mikir itu terus, pikir nasib ujian kamu lusa ini. Kami juga ngerti kok kalau kamu gak siap untuk nikah muda. Kami juga ngerti bagaimana perasaan kamu yang harus ninggalin seseorang yang kamu sayangi demi orang yang sama sekali tidak kamu suka bersanding dalam pelaminan ataupun jadi suamimu nanti . kamu jangan sedih kalau kamu gak mau temen temenmu sedih , semuanya saying kamu kok” ucap thika member semangat sari.
“iyah , jangan mikir itu terus ntar kamu malah gka konsen sama ujianmu “ ujar wiji menambahi semangat untuk sari .
“iyaa , makasih ya temen temen sudah memberi aku semangat.” Ucap sari dengan sedikit tersenyum.
**
Lima hari yang menegangkan sudah berlalu . liburan setelh ujianpun sudah lewat , hingga waktu pengumuan tiba . hati sudah berdetup kencang , keringat dingin bercucuran , air mata sedikit demi sedikit sudah menetes . ketegangan sudah memuncak dan akhirnya terjawab sudah , aku dan teman teman semua LULUS tanpa tersisa sedikitpun. Rasa syukur dan terimakasih kpada bpak ibu guru kami jalankan di mushollah sekolah . setelah pengumuman kami libur lagi sambil menunggu ijazah keluar , tapi kami satu minggu sekali kesekolah untuk cap 3 jari. Dan sampai satu hari aku yang masih terlelap dalam tidurku terbangun karna dapat pesan masuk dari wawan kekasih sari yang memberitahu kalau sari kabur dari rumah . dengan sontak aku bangun dan kirim pesan ke teman teman untuk meminta tolong  mencri sari .
Hampir seharian gada berhenti mencari sari kesana kemari tapi tidak ketemu juga , orang tuanya terus menyalahkan aku , wawan dan tika karna kami sore itu datang kerumah sari . sampai sampai kami bertiga di ancam unuk di laporkan ke kelurahan stempat , dan yang mengagetkannya menyangkut kepolisian segala .
“kalian saya beri kesempatan sampai besok , kalau sari masih belum pulang saya laporkan kalian semua ke kantor polisi . saya tidak maen maen sama omongan saya ini.” Ujar ibu sari mengancam kami
“terus kami mau cari sari kemana ? kami tidak tahu dan tidak ada sangkut pautnya dengan kaburnya sari, nomer hapenya juga gak aktif. Saya tidak takut dengan ancaman ibu , toh aku dan teman teman juga tidak bersalah. Mgkin sari kabur karna salah ibu sendiri.” protes tika ke ibunya sari.
“saya tidak mau tahu poko’nya sari besok harus pulang , titik” dengan nada kasar ibunya sari berkata.
                Dengan sedikit kesal , saya coba untuk mengirimi pesan singkat ke sari dengan sedikit mengancam agar dia pulang dan bisa membuat orang tuanya tidak melaporkan kami ke polisi dan cemas memikirkan keadaannya. Ancaman semakin menjadi , tapi sari tidak kunjung pulang , bingng yang menjadi penyakit saat ini , harus kemana lagi aku mencari sari , sedangkan aku dan teman teman tidak tahu di mana sekarang sari berada . hanya dengan doa , harapan dan usaha yang lebih keras untuk mencari sari.
                Setelah tiga hari kami semua menunggu sari pulang , akhirnya dia pulank dengan keadaan selamat tanpa kurang satu apapun . aku , teman – teman dan keluarga sari sangat bersyukur sekali atas kembalinya sari kerumah denga keadaan baik .
“kamu kemana saja ? di hubungi gak pernah bisa , kamu ini cewek sar … gak baik kabur kabur dari rumah sampai gak pulank beberapa hari , kamu gak kasihan sama kakek nenekmu , sama ibu bapak kamu ini , yang khawatir sama keadaan kamu ini . gara gara kamu kabur , acara pertunanganmu sama andi batal . apa kamu kabur dipengaruhi sama mereka ?” Tanya ibu sari dengan nada sedikit keras kepada sari .
“sudah cukup bu … ini bukan salah teman teman aku , aku kabur karna aku tidak mau bertunangan sama andi , aku masih pengen sekolah seperti mereka nikah usia dini bu , ibu nuntut mereka itu salah , tapi aku yan seharusnya menuntut ibu , karna menikahkan anak di bawah umur, dulu ibu janji ingin menyekolahkan aku sampai lulus SMA , tapi apa ? nyatanya ibu Cuma makan janji itu tanpa ada bukti . jujur bu .. saya kecewa banget sama ibu.” Ujar sari dengan sedikit protes kepada ibunya ,
                Di rumah yang minimalis itu semuanya diam mendengar ucapan sari itu , ibunya juga diam dan tertunduk lesu saat sari protes kepada beliau , mungkin ibunya itu menyeseli ataupun merenungi kami tidak tahu . begitu juga aku dan teman teman yang tertunduk iku merasakan perasaan sari dalam keadaan seperti itu . tak lama semua diam tanpa kata , ibunya mendekati sari
“sari .. maafkan ibu ya ? ibu kira dengan menikahkan kamu , kamu bisa senang dan bahagia , tapi ternyata tidak , kamu semakin terpuruk dan merasa terbebani dengan ini . ibu juga akan menepati  janji ibu kepada sari” ujar ibu sari di depan akmi semua.
                Dan akhirnya ibunya sari sadar bahwa sari tidak ingin menikah , tetapi ingin sekolah seperti kami , yang melanjutkan ke jenjang tingkat SMA . Dan sari pun juga senang karena ia bisa sekolah di tempat yang ia impikan waktu smp dlu , dan meneruskan hubungannya dengan wawan seperti waktu yang sebelum sebelumya tanpa harus terbebani dengan pernikahan yang dia tidak inginkan itu .