DIA MAU SEKOLAH SEPERTI
KAMI
Mentari
esok mulai muncul dari arah barat , dengan warna indah yang membangun semangat
pagi , degan semilir udara sejuk yang membuat mata ini mencoba untuk memejamkan
dan terbang ke alam mimpi . tapi ku tak kuasa menahan sinar matahari yang terus terbayang baying di
wjahku . yasudahlah .. aku menyerah dan bangun untk menyambut hari ini denga
awal yang baik , dngan cahaya matahari yang sudah mulai terlihat di langit .
Aku
harus bersiap siap untuk mandi karena
hari ini adalah hari senin . dan seperti biasa , hari ini aku harus berangkat
lebih pagi , karena akan mengikuti upacara tiap hari senin di sekolah !
“hhuuuaah ….” Teriakku sambil menguap karna masih merasa
ngantuk .
Dan
seperti biasa sebelum berangkat sekolah ibuku yang super cerewet selalu
menyuruhku sarapan , tapi saat ini nafsuku untuk sarapan sedang sembunyi ,
sehingga memeksaku berangakat dengan perut kosong .
“bu.. berangkat yah ? assalamualaikum ..” sambil cium tangan
ayah dan ibu ..
“kamu belum sarapan yah ? nanti kan upacara ? kalau pingsan
bagaiman ?” ujar ibu .
Aku pun tak peduli dengan kata kata itu dan berangkat di
antar kakakku . sampai di depan gerbang sekolah aku berlari menuju kelas yang
kukira teman temanku sudah datang . ternyata hanya ada beberapa saja yang
datang . tak lama aku berdiri dan menunggu teman di depan kelas , teman yang ku
tunggu akhirnya datang juga . dari jauh dia melambaikan tangan dan kemudian
berlari menuju ke arahku berdiri .
“kiii …. kiii …” teriak sari sambil berlari .
Yah .. namaku kiki , lengkapnya adinda risky rahayu . dan
temanku ini namanya puspita sari . kami brteman mulai SD kelaz 2 sampai
sekarang ! mskipun pernah ada konflik antara aku dan sari yang di adu domba
oleh teman kami dulu waktu SD , kami juga sempet suka cowok yang sama , bahkan
pernah juga aku salah faham karna dia dekat dengan kakak kelaz yang aku suka
waktu kelas 1 SMP dulu . dan sekarang itu semua menjadi cerita masa lalu kami .
“ada apa kamu lari
lari gini , kayak di kejar setan aja . hhehe” ujarku sambil memegang pundak
sari .
“ada yang amu aku critain sama kamu , tapi di kelas aja yah
? gaenak kalo smbil berdiri gini” sambil menyeretku ke kelas dan duduk di
bangku kami.
Dengan ekspresi kaget saat mentap
wajah sari , aku mulai berfikir yang aneh tntang dia . karna terakhir melihat
dia nangis saat dia putus sam cowoknya . dalam batinku aku bertanya “kenapa dia
? gak seperti biasanya dia nangis gini” . dan perlahan aku usap air matanya ,
dan diapun mulai bercerita dengan apa yang dihadapinya saat ini .
“aku mau cerita , tapi kamu jangan biang siapa siapa yah ?
terutama sama wawan , karna aku gak mau dia sakit hati dan kefikiran aku
terus!” ucap sari sambil terisak isak ..
“lho … sar , kamu kenapa
? pagi pagi kk sudah nangis gini ..” ujar ika teman sekelasku .
“gak kenapa napa , ka . Cuma kena angin tadi pas naik motor
!”
Ika pun
pergi denagn meninggalkan senyum manisnya yang membuatku dan sari ikut tersenyum . dan sari juga mulai
menceritkan masalahnya padaku . dan aku terdiam sejanak saat dia selesai
bercerita masalah pribadinya itu . aku terdiam karna aku kasihan dengan sari ,
yang usianya masih 14 tahun sudah di
jodohkan ! bahkan setelah ujian nanti dia akan menikah yang sangat menyiksa batin
dan mentalnya .
“serius kamu mau nikah setelah lulus nanti ? jangan bercanda
kamu .” dengan nada lumayan kasar itu aku bertanya ke sari .
“emang dari wajahku kelihatan bercanda apa ? nggak kan ,
coba bayangin deh kalau kamu ada di posisi aku . kamu pasti ngrasain yang ada
di dalam hatiku ini , pasti sakit banget”
Aku
juga bingung mau berkata apa lagi unuk menanggapi ucapan sari itu , kalau perjodohan yang
sangat menyiksa ahti itu terjadi ? sungguh tak sanggup rasanya aku hidup ,
menahan beban itu . beban untuk menikah usia dini yang seharusnya tidak terjadi
dalam kalangan ABG seperti kami . bahkan oleh pemerintah pun tidak di
perbolehkan , karna itu melanggar hukum yang berlaku. Setelah beberapa lama aku
duduk dan bercerita sam sari , tak lama kemudian teman temanku sudah banyak
yang dtang dan menghampiriku yang duduk sambil mengelus rambut sari dan memebri
semangat agar dia tidak kacau saat ujian 2 minggu lagi , dan pasti bias lulus
untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus memikirkan
perjodohan itu . dan tidak lama kemudian , Saat tiga temanku datang langsung
dengan tidak sabarnya mereka bertanya , keadaan sari yang pucat dan mata yang
terlihat lebam karna dia menagis yang cukup lama . sebenerya aku tidak tega
untuk menceritkan kepada mereka , tapi kami berteman tanpa memandang siapa dan
bagaimana keadaan kami . dan kami juag sudah berjanji tidak menutup menutupi
masalah kami , baik pribadi ataupun yang lain . dengan wajah kaget mereka
langsung melirik ke sari .
“astaghfirllah .. sari khan pengen sekolah , knapa harus di
jodohkan ?” ujar sita
“mungkin masalah ekonomi yang membuat orang tuanya tega
kayak gitu “ dengan semangat vira
lagsung menjawab
“tapi kita gak boleh suudzhon dulu , kalau benar kita juga
gak bias berbuat apa apa juga kan “ ucapku
Untuk hari senin ini dan hari hari selanjutnya
semua berjalan seperti hari hari biasanya ,dengan canda tawa kami , sesekali
aku dan sahabat sahabtku melewati dengan tangisan bahkan amarahpun juga ikut
serta dalam pertemanan kami berenam . dan karna kebersamaan kami dalam lingkup
kelas pun tidak terasa sudah, ujian di depan mata , rasa yang ceria kini
berubah menjadi rasa tegang yang menghebat dalam hati kami , rasa takut untuk
tidak lulus menjadi semakin menjadi jadi . untuk berpisah aku juga tak sanggup
. mungkin karna aku terlau berfikir tidak ada yang seperti kalian susah senang
bersama . tapi … yasudahlah di jalani
saja jalan takdir yang memisahkan kita , dalam jarak dan waktu yang tak ku
leawati bersama kalian nanti , ketika kita lulus dari sekolah menengah pertama
ini.
Hari ujian
tinggal kedipan mata saja , seperti hembusan angin yang cepat berlalu . yah ..
hari ini , saya dan teman teman seluruh siswa kelas IX mengadakan istighosah
dan renungan , agar pada hari senin nanti , kita semua bisa sukses mengerjakan
soal soal yang ada di depan kami . setelah pulang sekolah aku , sari , diah ,
dwi dan ayu berencana pulang sekolah jalan kaki , hitung hitung irit uang saku
dan sekaligus refreshing juga ! di sepenjang jalan kami berlima bergurau ,
seperti tidak ada beban sama sekali , tapi tidak menurut sari . beban itu masih
ada bahkan lebih berat bagi seorang pelajar yang masih menginjak bangku sma
seperti sari . dia takut tidak lulus saat pengumuman nanti , tapi dia juga
masih tidak siap untuk menikah muda
bahkan terlalu muda untuknya . tapi apa yang di perbuat lagi , kalu tidak
mengikuti kehendak orang tuanya , dia harus hidup dengan siapa lagi ?
“kalau nanti kamu lulus , kamu enak ya ? masih bisa
merasakan bangku sekolah menengah atas , bisa cari teman banyak , jalan jalan
kesana kemari , bercanda barenk sama teman baru . sedangkan aku …. Aku hanya
bisa merasakan bangku smp saja , setelah itu aku nikah , jadi ibu rumah tangga
yang gak bisa seneng seneng seperti kamu” ujar keluh kesah sari di tengah gurauan
kami saat perjalanan pulang kami .
Dengan sontak aku , diah , wiji dan thika langsung diam
serempak saat mendengar keluh kesah sari tersebut . seakan kami bahagia di atas
pnderitaan sari itu , yang memikirkan perjodohan usia dini dan ujian yang
menegangkan hari senin yang tinggal dua hari ini.
“sudah sar , jangan mikir itu terus, pikir nasib ujian kamu
lusa ini. Kami juga ngerti kok kalau kamu gak siap untuk nikah muda. Kami juga
ngerti bagaimana perasaan kamu yang harus ninggalin seseorang yang kamu sayangi
demi orang yang sama sekali tidak kamu suka bersanding dalam pelaminan ataupun
jadi suamimu nanti . kamu jangan sedih kalau kamu gak mau temen temenmu sedih ,
semuanya saying kamu kok” ucap thika member semangat sari.
“iyah , jangan mikir itu terus ntar kamu malah gka konsen
sama ujianmu “ ujar wiji menambahi semangat untuk sari .
“iyaa , makasih ya temen temen sudah memberi aku semangat.”
Ucap sari dengan sedikit tersenyum.
**
Lima hari yang menegangkan sudah berlalu . liburan setelh
ujianpun sudah lewat , hingga waktu pengumuan tiba . hati sudah berdetup
kencang , keringat dingin bercucuran , air mata sedikit demi sedikit sudah
menetes . ketegangan sudah memuncak dan akhirnya terjawab sudah , aku dan teman
teman semua LULUS tanpa tersisa sedikitpun. Rasa syukur dan terimakasih kpada
bpak ibu guru kami jalankan di mushollah sekolah . setelah pengumuman kami
libur lagi sambil menunggu ijazah keluar , tapi kami satu minggu sekali
kesekolah untuk cap 3 jari. Dan sampai satu hari aku yang masih terlelap dalam
tidurku terbangun karna dapat pesan masuk dari wawan kekasih sari yang
memberitahu kalau sari kabur dari rumah . dengan sontak aku bangun dan kirim
pesan ke teman teman untuk meminta tolong
mencri sari .
Hampir seharian gada berhenti mencari sari kesana kemari
tapi tidak ketemu juga , orang tuanya terus menyalahkan aku , wawan dan tika
karna kami sore itu datang kerumah sari . sampai sampai kami bertiga di ancam
unuk di laporkan ke kelurahan stempat , dan yang mengagetkannya menyangkut
kepolisian segala .
“kalian saya beri kesempatan sampai besok , kalau sari masih
belum pulang saya laporkan kalian semua ke kantor polisi . saya tidak maen maen
sama omongan saya ini.” Ujar ibu sari mengancam kami
“terus kami mau cari sari kemana ? kami tidak tahu dan tidak
ada sangkut pautnya dengan kaburnya sari, nomer hapenya juga gak aktif. Saya
tidak takut dengan ancaman ibu , toh aku dan teman teman juga tidak bersalah.
Mgkin sari kabur karna salah ibu sendiri.” protes tika ke ibunya sari.
“saya tidak mau tahu poko’nya sari besok harus pulang ,
titik” dengan nada kasar ibunya sari berkata.
Dengan
sedikit kesal , saya coba untuk mengirimi pesan singkat ke sari dengan sedikit
mengancam agar dia pulang dan bisa membuat orang tuanya tidak melaporkan kami
ke polisi dan cemas memikirkan keadaannya. Ancaman semakin menjadi , tapi sari
tidak kunjung pulang , bingng yang menjadi penyakit saat ini , harus kemana
lagi aku mencari sari , sedangkan aku dan teman teman tidak tahu di mana
sekarang sari berada . hanya dengan doa , harapan dan usaha yang lebih keras
untuk mencari sari.
Setelah
tiga hari kami semua menunggu sari pulang , akhirnya dia pulank dengan keadaan
selamat tanpa kurang satu apapun . aku , teman – teman dan keluarga sari sangat
bersyukur sekali atas kembalinya sari kerumah denga keadaan baik .
“kamu kemana saja ? di hubungi gak pernah bisa , kamu ini
cewek sar … gak baik kabur kabur dari rumah sampai gak pulank beberapa hari ,
kamu gak kasihan sama kakek nenekmu , sama ibu bapak kamu ini , yang khawatir
sama keadaan kamu ini . gara gara kamu kabur , acara pertunanganmu sama andi
batal . apa kamu kabur dipengaruhi sama mereka ?” Tanya ibu sari dengan nada
sedikit keras kepada sari .
“sudah cukup bu … ini bukan salah teman teman aku , aku
kabur karna aku tidak mau bertunangan sama andi , aku masih pengen sekolah
seperti mereka nikah usia dini bu , ibu nuntut mereka itu salah , tapi aku yan
seharusnya menuntut ibu , karna menikahkan anak di bawah umur, dulu ibu janji
ingin menyekolahkan aku sampai lulus SMA , tapi apa ? nyatanya ibu Cuma makan
janji itu tanpa ada bukti . jujur bu .. saya kecewa banget sama ibu.” Ujar sari
dengan sedikit protes kepada ibunya ,
Di
rumah yang minimalis itu semuanya diam mendengar ucapan sari itu , ibunya juga
diam dan tertunduk lesu saat sari protes kepada beliau , mungkin ibunya itu
menyeseli ataupun merenungi kami tidak tahu . begitu juga aku dan teman teman
yang tertunduk iku merasakan perasaan sari dalam keadaan seperti itu . tak lama
semua diam tanpa kata , ibunya mendekati sari
“sari .. maafkan ibu ya ? ibu kira dengan menikahkan kamu ,
kamu bisa senang dan bahagia , tapi ternyata tidak , kamu semakin terpuruk dan
merasa terbebani dengan ini . ibu juga akan menepati janji ibu kepada sari” ujar ibu sari di depan
akmi semua.
Dan
akhirnya ibunya sari sadar bahwa sari tidak ingin menikah , tetapi ingin
sekolah seperti kami , yang melanjutkan ke jenjang tingkat SMA . Dan sari pun
juga senang karena ia bisa sekolah di tempat yang ia impikan waktu smp dlu , dan
meneruskan hubungannya dengan wawan seperti waktu yang sebelum sebelumya tanpa
harus terbebani dengan pernikahan yang dia tidak inginkan itu .